Kawas Rolant Tarigan

-now or never-

Kasih, telah tiba bulan Juni. Bersamamu kini bukan mimpi lagi, tinggal hitungan hari. Akan tiba nanti, tak ada lagi sedih kita di tiap perpisahan Senin dini hari. Karena aku dan kau, kita di sini. Satu kota, satu hati.

Lalu, 2 hal sederhana ingin kulakukan padamu: melantunkan puisi dan menyuarakan lagu.

Dengarlah gema suaraku. Puisi karangan Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni.

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu



tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

***
Dan, bersenandunglah bersamaku. KLA Project: Menjemput Impian.

Indah larik pelangi seusai hujan membuka hari
Samar dirajut mega garis wajahmu lembut tercipta
Telah jauh ku tempuh perjalanan
Bawa sebentuk cinta menjemput impian

Desau rindu meresap kenangan haru ku dekap
Semakin dekat tuntaskan penantian
Kekasih aku pulang menjemput impian
...

Biarkan mereka lanjutkan reff-nya.

Tunggu aku, bersama dekap dan gitarku, ku akan pulang.


Kasihmu,
Subang, malam Juni.

0 komentar:

Posting Komentar

Regards,

Kawas Rolant Tarigan




Yang rajin baca:

Posting Terbaru

Komentar Terbaru

Join Now

-KFC- Kawas Friends Club on
Click on Photo